SMS Ternyata Adiktif!
Posted in News
Pernah ngerasa nggak, kalo sehari aja nggak sms-an rasanya ada yang kurang? Kalau pernah, hati-hati mungkin aja ‘zat adiktif’ dari SMS sudah mempengaruhi Anda.
Menurut penelitian baru-baru ini, ternyata orang yang kecanduan email dan telepon mengalami penurunan IQ. Malah hasilnya mengaktakan kalau efeknya lebih parah dari orang yang kecanduan ganda. Nah lho!
Hewlett Packard mendanai suatu penelitian untuk masalah ini dan menemukan bahwa 62% karyawan membuka pesan yang berkaitan dengan pekerjaannya di hari libur dan di luar kantor.
Penelitian dari Institute of Psychiatry menemukan bahwa penggunaan teknologi jug amenurunkan instelegensi/kecerdasan bekerja. Nyaris dua kali lipat lebih parah dari hasil penelitian terhadap pecandu ganja.
Terhadap 1.100 orang responden, lebih dari setengahnya mengatakan bahwa mereka selalu menjawab email secepatnya atau sesegera mungkin. Dan 21 persen malah mengatakan mereka melakukannya di sela-sela rapat atau suatu pertemuan.
Dr. Glenn Wilson, pimpinan lembaga tersebut mengatakan bahwa jumlah pecandu yang makin meningkat ini akan berpotensi pada penurunan ketajaman mental si pekerja itu sendiri secara keseluruhan.
Menurutnya, orang yang merasa harus segera membalas atau memberikan respon secepatnya atas pesan email atau sms yang mereka terima akan mengalami gangguan dan kelambatan berpikir seperti seseorang yang kurang tidur di malam hari.
Nah, buat yang merasa punya gejala-gejala seperti di atas… Coba inget-inget, pernahkah merasa ada yang kurang kalau belum sms-an? Jangan-jangan “zat adiktif” SMS dan email sudah merasuk dan menjadikan Anda seorang pecandu SMS dan email.



